KETAHUILAH...!!! Jika Orang Tua Telah Tiada, Inilah Cara Menebus Dosa Pada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia


Dalam Islam berbakti kepada orang tua menempati posisi yang paling tinggi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Isra ayat 23. Oleh sebab itu kita diwajibkan untuk berbakti kepada keduanya baik semasa hidup maupun setelah meninggal dunia.
Biasanya setelah orang tua meninggal dunia, seringkali kita akan teringat kembali dengan kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Dengan demikian tentunya kita tidak bisa meminta maaf secara langsung seperti saat mereka masih hidup.
Akan tetapi ternyata ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa terhadap orang tua yang telah meninggal dunia. Sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dimana cara ini bahkan sangat mudah untuk dilakukan. Sehingga tidak ada lagi halangan untuk meminta maaf kepada keduanya meskipun mereka telah meninggal dunia. Lalu seperti apakah cara yang dimaksud ? Berikut ulasan selengkapnya.
Segala kebaikan yang telah diberikan oleh kedua orang tua, tidak akan pernah bisa terbalaskan meskipun dengan seisi dunia. Sehingga berbakti kepada keduanya tidak hanya wajib dilakukan saat mereka masih hidup namun juga setelah meninggal dunia.
Bila semasa hidupnya kita dapat berbakti dengan cara menyenangkan keduanya, menuruti setiap perkataannya serta berbuat baik keduanya. Maka setelah mereka meninggal dunia kita dapat berbakti kepada keduanya dengan cara mendoakan mereka. Selain itu kita juga dianjurkan untuk melakukan ziarah kubur.
Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I’anatut Thalibin ala Fathil Mu’in mengatakan bahwa ziarah kubur dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah SAW bahwa,
 “Tiada seorang pun yang melewati makam saudaranya yang sewaktu di dunia saling mengenal, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, niscaya ahli kubur mengenalinya.”
Sedangkan ziarah ke makam kerabat khususnya makan orang tua sendiri sangat dianjurkan meskipun letaknya berbeda kota dengan anak-anak serta kerabatnya yang masih hidup.
Bahkan ternyata ziarah kubur ke makam orang tua merupakan cara yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa dan kesalahan terhadap orang tua yang telah meninggal dunia. Sehingga jika kita pernah berbuat kesalahan dan dosa namun belum sempat untuk meminta maaf, maka dengan berziarah kubur kita dapat menebus kesalahan tersebut.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, 
 “Siapa saja yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, maka niscaya Allah SWT menghapus dosanya. Dan ia pun dinilai sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya.” (HR. Al-Hakim)
Kemudian Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi mengutip hadits lainnya perihal cara berbakti sepeninggal kedua orang tua, yaitu bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh seseorang yang durhaka ketika kedua orang tuanya wafat, lalu ia mendoakan keduanya selepas keduanya berpulang, maka niscaya Allah SWT akan mencatatnya sebagai anak yang berbakti.”
Dengan demikian cara yang bisa kita lakukan untuk menebus dosa terhadap orang tua yang telah meninggal dunia adalah dengan melakukan ziarah kubur ke makam orang tua setiap hari Jumat.
Cara berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia
Selain melakukan ziarah kubur, ada beberapa cara yang juga bisa dilakukan untuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Diantaranya :

1. Mendoakan keduanya
Doa dari seorang mukmin yang hidup kepada mukmin yang telah meninggal dunia dijadikan Allah SWT sebagai salah satu doa yang mustajab. Dengan demikian doa dari anak shaleh kepada orang tua yang beriman meskipun mereka telah meinggal dunia, dijadikan Allah SWT sebagai paket pahala yang tetap mengalir.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bahwa,
 “Apabila seseorang meninggal, maka seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalaeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim dan An-Nasai)
2. Menyambung silahturahmi terhadap karib kerabat orang tua
Cara selanjutnya untuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia adalah dengan menyambung silahturahmi dengan karib kerabat orang tua. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah SAW bahwa, “Bentuk kebaktian kepada orang tua yang paling tinggi, menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah ayahnya meninggal.” (HR. Muslim)
Demikianlah ulasan mengenai cara menebus dosa terhadap orang tua yang telah meninggal dunia.

Namun jika keduanya masih hidup maka sudah seharusnya kita meminta maaf sebelum terlambat. Sebab ridho orang tua adalah ridho Allah SWT. Sehingga sudah sepatutnya kita berbakti kepada orang tua baik ketika hidup maupun setelah meninggal dunia.

Dikubur 16tahun jasadnya masih utuh dan wangi.. Semoga yg like dan komen aamiin meninggal dalam husnul khatimah masuk surga tanpa hisab aamiin..


 
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS:Al-Baqarah | Ayat: 260).
Dialah al-Muhyi, Yang Maha Menghidupkan. Dia kuasa menjadikan padang yang gersang menjadi rimbun. Lihatlah musim kemarau ini. Rerumputan mati. Tanah berdebu, mengering, retak. Lalu turunlah air dari langit, rumput kering itu menjadi segar. Debu-debu sirna kemudian menggumpal dan kembali memadat menjadi tanah. Retak yang terlihat tertambal, hilang dan menjadi subur. Allah  berfirman,
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS:Fushshilat | Ayat: 39).
Jika hal ini Anda anggap lumrah, karena terbiasa menyaksikannya, maka Allah  telah mengubah keyakinan hati Nabi Ibrahim menjadi haqqul yaqin, keyakinan yang derajatnya lebih tinggi. Bukan hanya hati yang meyakini, bukan juga mata yang hanya menyaksikan, tapi haqqul yaqin adalah tingkat keyakinan seseorang buah dari indera perasanya.
Allah  menghidupkan empat ekor burung yang sudah disembelih, dicincang, kemudian diletakkan secara acak di puncak gunung-gunung yang berbeda.
Imam Ibnu Katsir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya setelah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mencincang tubuh burung-burung, mengacaknya, dan melatakkannya di puncak bukit, beliau memegang kepala mereka di tangannya. Kemudian Allah perintahkan untuk memanggil burung-burung tersebut. Ibrahim ‘alaihissalam memanggil mereka sebagaimana yang Allah 
perintahkan.
Keajaiban terjadi. Hal-hal yang tidak dapat dinalar manusia hanyalah perkara kecil di sisi Allah . Allah, Dialah Yang Maha Mengetahui yang telah terjadi, yang sedang terjadi, yang akan terjadi, dan Dia mengetahui sesuatu yang tidak mungkin terjadi bagaimana bila itu terjadi.
Nabi Ibrahim melihat bulu-bulu burung itu berterbangan. Berkumpul saling menyempurnakan. Kucuran darah yang telah tertumpah bertemu kembali ke kadar yang sesuai. Sobekan dan potongan-potongan daging yang telah tersayat kembali menyatu membentuk tubuh. Demikian pula tiap-tiap anggota badan burung itu, mereka kembali ke posisinya semula. Tersambung membentuk tubuh yang utuh.
Setelah organ-organnya mampu menopang tubuh, mereka tegak berdiri, bersegera berjalan menghampiri Ibrahim untuk mencari kepala mereka. Allah  menjadikan penciptaan mereka lebih dari yang diharapkan Nabi Ibrahim. Agar mata beliau menyaksikan. Dan anggota tubuh lainnya ikut merasakan.
Burung-burung itu datang menjemput kepala mereka di tangan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Apabila yang mereka temui bukan kepala mereka, mereka menolaknya. Apabila mereka dapati bagian yang beliau pegang itu kepala mereka, dengan kuasa Allah  bagian tubuh itu bersatu. Sungguh Allah  Maha Kuasa, Perkasa, lagi Bijaksana. Oleh karena itu, Allah tutup ayat ini dengan kalam-Nya,
وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Dia Maha Perkasa, tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya. Dia Maha Perkasa, tidak ada yang mampu mencega kehendak-Nya. Dan Dia Maha Bijaksana dalam firman dan tindakan-Nya.
Mudah-mudahan rangkaian kisah ini dapat melembutkan hati kita untuk semakin tunduk kepada Allah . Dia telah memberikan pengajaran bahwa Dia Maha Kuasa lagi memiliki kemampuan sempurna.
Dia mampu menghidupkan kaum yang telah mati. Menghidupkan kota hingga makmur kembali. Juga menghidupkan burung dengan cara yang luar biasa. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk beramal bersiap menjemput hari berbangkit.

Masya Allah...!!! Istri Solehah Bisa Menjadi Penolong Bagi Suaminya Di Akhirat...Bantu Share/Bagikan Ya...!!!



Istri Mukminat Jadi Penolong Suami. “Dari Tsauban, ia berkata, ‘Tatkala turun (hukum) mengenai emas dan perak, mereka(para sahabat) berkata, ‘Harta apa yang harus kita bawa?’ Umar berkata, ‘Aku akan mengetahui hal itu untuk kalian.’ Ia mempercepat tunggangannya dan menemui Nabi Saw. dan saat itu aku berada dibelakang beliau. Maka, Umar berkata, ‘wahai Rasulullah, harta apa yang harus kita bawa?’ Beliau bersabda, ‘hendaklah setiap kalian membawa hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan istri mukminat yang dapat menolong setiap orang dari kalian untuk kepentingan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

Istri yang beriman dan taat kepada suami merupakan anugerah yang paling berharga bagi seorang suami. Tidak mudah mendapat istri seperti itu. Seorang laki-laki bisa memperistri perempuan yang ia inginkan, tetapi hanya sedikit orang yang mendapat istri shalihah, serta taat kepada Allah Swt., Rasulullah Saw., dan suami dengan sepenuh hati.

Berdasarkan hadits tersebut, seorang isri mukminat laksana harta yang pantas dijadikan bekal dalam menempuh kehidupan guna menggapai kebahagiaan. Selama ia mendampingi suami dengan setulus hati, maka apapun kehidupan yang mereka hadapi---baik dalam keadaan kekurangan maupun kelebihan atau sulit maupun senang akan berjalan dengan baik dan bahagia.

Secara tidak langsung, hadits tersebut menjadi peringatan bagi kaum perempuan agar berusaha menjadi istri shalihah yang mencerminkan kepribadian yang taat kepada Allah Swt., dan rasul-Nya, serta menunjukan pengabdian kepada suami.

Raja Saudi Bantu Korban Perang Aleppo Senilai Rp483,6 Miliar

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, membantu warga Suriah yang menjadi korban perang, khususnya warga Aleppo. Ia memberikan bantuan senilai USD36 juta atau setara Rp483,6 miliar. Raja Salman memerintahkan agar bantuan ini disalurkan hari ini, Selasa (27/12/2016).

Raja Saudi Bantu Korban Perang Aleppo Senilai Rp483,6 Miliar


Adalah Saudi Press Agency (SPA), kantor berita resmi Saudi yang memberitakan perintah Raja Salman ini.

”Mengingat apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Suriah dan mereka yang menderita, terutama yang mengungsi dari Aleppo dan yang terdampar lainnya karena keadaan sulit serta peristiwa menyakitkan di mana mereka tinggal, Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud telah memerintahkan pelaksanaan kampanye bantuan kemanusiaan yang akan mencakup seluruh wilayah mulai besok,” demikian isi pengumuman Kerajaan Saudi.

Agar penyaluran bantuan ini lancar, pihak pusat bantuan Kemanusiaan Raja Salman akan berkoordinasi dengan beberapa LSM.

Ini bukan kali pertama bagi Raja Salman dalam memberikan bantuan untuk rakyat Suriah yang menderita korban perang. Pada Maret 2016 lalu, Raja Salman juga telah menyalurkan bantuan untuk rakyat Suriah berupa makanan dan medis.

Arab Saudi memungkinkan warga Suriah untuk bisa tinggal di wilayah Kerajaan Saudi tanpa syarat. Mereka juga diperbolehkan membawa semua keluarga dan kerabat mereka.

Tercatat sebanyak 343.150 warga Suriah telah menikmati pendidikan gratis di sekolah menengah atas dan pendidikan di universitas di Arab Saudi. Kerajaan Saudi menanggung semua biaya mereka.

Sejak krisis di Suriah pecah, lebih dari 2 juta warga Suriah tercatat telah menikmati bantuan kerajaan Arab Saudi. Semenjak 2011, Kerajaan Saudi sudah memberikan bantuan senilai USD100 juta untuk rakyat Suriah. Bahkan saat ini telah dinaikkan menjadi USD780 juta.

Ingin Dimudahkan Mendapatkan Rezeki? Amalkan Nasehat Dari Syaikhona Kholil Bangkalan Ini

Salah satu ulama yang tersohor di Indonesia adalah Syaikhona Kholil dari Bangkalan Madura. Kita pun hendaknya melaksanakan apa yang menjadi nasehatnya selama ada dalam kebaikan.

Salah satunya seperti dalam sebuah kisah dimana Kyai Kholil didatangi oleh tiga orang tamu secara bersamaan. Kyai Kholil kemudian bertanya kepada tamu yang pertama tentang keperluannya.

Ingin Dimudahkan Mendapatkan Rezeki? Amalkan Nasehat Dari Syaikhona Kholil Bangkalan Ini

Tamu pertama menjawab, “Saya pedagang, kyai. Tetapi hasil tidak didapat, malah rugi terus menerus.”

Kyai Kholil lantas menjawab dengan mantap, “Jika kamu ingin berhasil dalam berdagang, perbanyak baca istighfar.”

Lantas tamu yang kedua ditanya tentang keperluannya datang dan tamu itu berkata, “Saya sudah berkeluarga selama 18 tahun, tapi sampai saat ini masih belum diberi keturunan.”

Sama seperti kepada tamu yang pertama, Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin punya keturunan, perbanyak baca istighfar.”

Maka setelah itu ditanyakan kepada tamu yang ketiga dan tamu tersebut berucap bahwa ia merupakan seorang petani namun memiliki banyak hutang sehingga tak mampu membayarnya.

Kyai Kholil berpesan, “Jika kamu ingin berhasil dan mampu melunasi hutangmu, perbanyak baca istighfar.”

Murid Kyai tersebut yang ikut hadir merasa heran mengapa tiga masalah yang berbeda dijawab dengan satu jawaban yang sama yakni menyuruh memperbanyak bacaan istighfar.

Setelah ketiga tamu pergi, maka Kyai Kholil memanggil para santri yang penasaran tersebut dan membacakan surat Nuh ayat 10-12.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا () يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا () وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu. dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

Mendengar Kalamullah tersebut, para santri pun yakin bahwa itu merupakan janji Allah sendiri kepada hamba-hamba-Nya. Setelah pertemuan tersebut, tak lama ketiga tamu itu pun memperoleh apa yang mereka inginkan. Wallahu A’lam

Laksanakan Umroh, Pembalap F1 Indonesia Ini Membuat Netizen Heboh

Pembalap Formula 1 (F1) asal Indonesia Rio Haryanto kali ini membuat heboh netizen di media sosial. Bukan dikarenakan keterkaitannya dengan dunia balap mobil, melainkan karena Rio mengunggah foto saat dirinya sedang melaksanakan umroh di Tanah Suci.

Laksanakan Umroh, Pembalap F1 Indonesia Ini Membuat Netizen Heboh

Melalui akun Instagramnya, pembalap asal Surakarta ini tampak mengenakan pakaian serba putih mulai dari baju, celana hingga peci. Netizen wanita pun dibuat terpana oleh sosoknya yang memang tampan dan shaleh.

Sejumlah netizen kemudian ramai-ramai berkomentar di akun Instagram Rio. Salah satunya seperti akun raiinee26 yang menulis, “Adem banget.. semoga lancar ibadahnya Rio!”

Sementara akun ttareths_ menulis, “Alhamdulillah, calon imam.”

Adapun akun Triamorta.octv berkomentar, “Wihh kerenn kak @rharyantoracing ada di madinah makin cakep aja.”

Diketahui pembalap berusia 23 tahun tersebut masih bekerjasama dengan Manor Racing untuk ikut dalam balapan. Terlebih pengusaha asal Indonesia telah membeli mantan timnya tersebut.

Ketika Imam Mahdi Muncul, 7 Perkara Ini Akan Terjadi

Banyak orang memiliki persepsi yang keliru tentang kemunculan Imam Mahdi dan zaman yang akan dilewati olehnya. Mereka menduga bahwa ketika Imam Mahdi datang, maka dalam sekejab dunia akan berubah menjadi aman, adil, makmur dan penuh kesejahteraan. Mereka menyangka bahwa dengan kemunculan Imam Mahdi maka, dalam waktu singkat musuh akan ditumbangkan, kedzaliman akan dihilangkan dan ketidakadilan akan lenyap tanpa sisa.

Ketika Imam Mahdi Muncul, 7 Perkara Ini Akan Terjadi
Ilustrasi


Meski pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, namun implikasi dari keyakinan di atas akan membuat banyak orang banyak mengidam-idamkan kedatangan Al-Mahdi tanpa berfikir sama sekali resiko dari harapannya. Sebab, kemunculan dan masa-masa awal pemerintahan Al-Mahdi justru akan dipenuhi dengan beragam fitnah dan huru-hara yang membuat banyak manusia lari menjauhi dan memusuhi Al-Mahdi.

Beratnya kebanyakan umat Islam untuk meninggalkan ideologi demokrasi, nasionalisme, kepartaian dan fanatisme golongan inilah yang membuat kebanyakan mereka berat untuk menerima Al-Mahdi. Sebab, kedatangan Al-Mahdi dan kelompoknya akan membersihkan semua berhala itu dan menggantinya dengan panji-panji tauhid. Sikap tegas tanpa kompromi dalam menerapkan syari’at Islam inilah yang mengundang seluruh kekuatan kufur dunia bersatu-padu untuk menghadang Imam Mahdi dan kelompoknya.

Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa masa-masa pra, era dan pasca pembai’atan Al-Mahdi akan dipenuhi dengan perkara-perkara yang amat tidak disukai oleh manusia. Setidaknya, inilah berbagai kondisi yang akan mengelilingi masa-masa Al-Mahdi. Inilah perkara-perkara tersebut:

1. Pembantaian Dan Pembunuhan Massal Terhadap Umat Islam

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda,  “Nyaris tiba saatnya banyak umat yang memperebutkan kalian, seperti orang-orang makan yang memperebutkan hidangannya.” Maka, ada seseorang bertanya : “Apakah karena sedikitnya kami pada hari itu?”Beliau menjawab : “Justru jumlah kalian banyak pada hari itu, tetapi ibarat buih di atas air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada musuh kalian dan menimpakan kepada kalian penyakit wahn.” Seseorang bertanya: “Apakah wahn itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati,”  [HR. Ahmad : 21891 dan Abu Daud : 4297]

Inilah zaman yang dikatakan oleh Rasulullah saw. sebagai puncak kedzaliman dan kecurangan.  Para penegak hukum Allah dituding sebagai teroris yang menjadi biang keladi kerusakan dunia, ideologi mereka dituduh sebagai ideologi Iblis dan nabi mereka difitnah dengan keji.

Kaum muslimin dikepung dari seluruh dunia, mereka yang istiqamah menjalankan syari’at bagai memegang bara; sangat panas dan hampir-hampir tak mampu untuk menggenggamnya. Dunia terasa sempit bagi setiap mukmin, tidak ada tempat berlari atau wilayah aman untuk tegaknya hukum hukum Allah.Al-Mahdi yang dijanjikan akan muncul di saat fitnah benar-benar tidak ada jalan keluar, saat kaum muslimin telah mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga mereka untuk menegakkan seruan-Nya, namun kebengisan musuh dan makar mereka semakin menggila.

Di saat manusia dilanda perselisihan dan pertikaian, Al Mahdi akan datang untuk memerangi kedzaliman, menaklukkan seluruh dunia, hingga benar benar hanya Allah yang disembah. “Demi Allah, andaikan umur dunia tinggal satu hari, niscaya Allah akan panjangkan hingga Ia membangkitkan seorang lelaki dari keluargaku. Namanya sama dengan namaku, nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku dan ia menebarkan kedamaian di bumi.”  [HR. Tirmidzi]

2. Kehancuran Ideologi Demokrasi Sekuler Liberal

Sebagaimana penjelasan yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, bahwa kemunculan khilafah rasyidah akan terjadi setelah lewatnya periode mulkan jabbar (raja-raja diktator). Isyarat dalam nubuwat tersebut adalah bahwa ideologi yang muncul menggantikan ideologi diktator justru semakin mendekatkan kita dengan masa kemunculan Al-Mahdi.

Dalam hal ini, fenomena tumbangnya rezim diktator di beberapa negara (khususnya negara-negara berpenduduk muslim) merupakan indikasi kuat bahwa Allah benar-benar akan mengangkat periode itu dari umat Islam. Maka, keberadaan ideologi demokrasi yang menggeser rezim diktator (mulkan jabbar) hanyalah fase antara, sebuah jeda yang mengawali kemunculan fase terakhir, yaitu khilafah rasyidah menurut manhaj nubuwah dimana Al-Mahdi sebagai khalifahnya.

Sebenarnya keberadaan ideologi sekuler yang melahirkan demokrasi liberal telah memunculkan kediktatoran gaya baru yang berlindung di balik baju demokrasi. Para diktator itu juga banyak berlindung di balik HAM. Hal ini bisa kisa saksikan ketika sebuah masyarakat (negara) dengan suara mayoritas menghendaki tegaknya hukum Islam, maka para diktator (barat) itu dengan berbagai dalih berupaya untuk menggagalkan yang mereka inginkan.

Sebaliknya, jika dengan demokrasi dan produk turunannya (pemilu) mereka mendapatkan kemenangan (atau sesuai dengan apa yang mereka inginkan), maka dengan mati-matian pula mereka akan membelanya. Keadaan ini boleh jadi akan terus berlangsung hingga akhirnya masyarakat dunia mengetahui bahwa apa yang selama ini berlangsung bukanlah hakikat dari demokrasi yang banyak mereka pahami, melainkan demokrasi liberal yang diinginkan oleh barat.

Demokrasi ini adalah sebuah ideologi yang diproduksi untuk membela dan melindungi kepentingan Barat, bukan untuk kepentingan manusia seluruh dunia. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka dengan sendirinya kepercayaan masyarakat dunia hilang hingga akhirnya demokrasi akan ditinggalkan. Dan nampaknya inilah fenomena yang banyak kita saksikan terjadi pada negara-negara yang tengah mempraktikkan demokrasi liberal.

Jika periode zaman diktator telah berakhir dengan kemunculan demokrasi sekuler liberal, lalu ideologi ini juga dengan sendirinya runtuh dengan berbagai sebab yang telah kita bicarakan di atas, maka konsekwensi yang akan muncul adalah kembalinya khilafah rasyidah adalah sebuah kepastian, tidak mungkin tidak. Karena Imam Mahdi adalah seorang pemimpin muslim yang akan mempraktikkan hukum Islam secara total dalam kepemimpinannya, maka dengan sendirinya ideologi sekuler dan praktik demokrasi akan dibersihkan dari wilayah kekuasaannya, dan itu akan terjadi pada seluruh dunia. Dengan demikian Imam Mahdi pasti akan menghancurkan sistem ini, juga sistem-sistem kufur lainnya.

3. Kehancuran Ekonomi Kapitalis Ribawiyah Dan Semua Institusinya

Kondisi lain yang juga mengiringi keluarnya Al-Mahdi adalah dimulainya fase kehancuran ekonomi barat yang bercorak kapitalis, dimana sistem ekonomi ribawiah merupakan salah satu pilar penting bagi tegaknya sistem ekonomi ini.

Indikasi yang paling riil adalah problematika ekonomi, sosial dan politik dalam negeri Amerika yang sedang menuju status sekarat.

Hubungannya dengan kemunculan Al-Mahdi adalah bahwa fase kehancuran ekonomi kapitalis ribawiyah ini akan mengawali kehancuran dunia secara umum.

Dapat kita bayangkan jika akhirnya masyarakat seluruh dunia harus kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok karena tidak beroperasinya kembali pabrik-pabrik yang memproduksi seluruh kebutuhan mereka (disebabkan runtuhnya pondasi ekonomi mereka), maka jalan menuju kemiskinan dan kehancuran total telah terbentang di depan mata.

Kondisi ini memiliki hubungan erat dengan masa-masa sulit yang akan dihadapi oleh manusia sebelum kemunculan Dajjal.

4. Musnahnya Sistem Mata Uang Kertas dan Kembalinya Era Dinar Dirham

Semakin menambah runyam dan carut-marutnya kondisi manusia saat itu adalah dimulainya masa kehancuran mata uang kertas dan kembalinya manusia kepada mata uang yang sesungguhnya, yaitu dinar dan dirham (emas dan perak).

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa nilai dan harga sebuah mata uang tergantung dengan kredibilitas dan kekuasaan yang dimiliki oleh kepemimpinan sebuah negara.

Ketika sebuah rezim ditumbangkan, lalu rezim penggantinya menyatakan tidak diberlakukannya mata uang kertas rezim sebelumnya, maka dengan sendirinya mata uang kertas tersebut tidak berlaku.

Demikian pula yang kelak akan terjadi pada Amerika dan negara-negara Eropa pada umumnya.

Ketika itu perekonomian mereka hancur dihantam gelombang tsunami moneter dan krisis kepemimpinan yang membuat satu sama lainnya saling berperang untuk berebut kekuasaan.

Faktor lain yang juga mengambil peran cukup besar adalah kehancuran negeri tersebut karena faktor-faktor alam berupa bencana alam dalam skala yang sangat besar.

5. Kembalinya Manusia Ke Zaman Unta

Hal lain yang juga menggambarkan betapa mengerikannya huru-hara dan bencana yang akan menimpa manusia adalah ketika mereka kelak akan kembali ke zaman unta; zaman batu yang jauh dari teknologi modern.

Analisis tentang kembalinya manusia ke zaman unta telah banyak dipaparkan oleh para penulis tentang akhir zaman dengan sudut pandang yang berbeda.

Dasar yang menjadi pijakan asumsi di atas adalah hadits Rasulullah saw tentang perang Malhamatul Kubra antara pasukan Al-Mahdi dan pasukan Romawi (Amerika dan Eropa) yang sudah tidak lagi menggunakan teknologi modern.

6. Kehancuran Ekonomi Dunia Di Masa Tiga Tahun Kekeringan

Dengan hancurnya pusat ekonomi dunia, maka secara otomatis dan sistematis akan berimplikasi pada roda ekonomi seluruh dunia. Salah satu logika sederhana dalam kasus ini adalah beredarnya mata uang kertas (mata uang palsu) yang kemudian tidak lagi berfungsi sebagai alat pembayaran akibat hancurnya negara yang mengeluarkan mata uang tersebut.

Dengan kehancuran dollar, maka implikasinya juga akan merembet kepada mata uang-mata uang negara lainnya. Dengan demikian, setiap orang (di negara manapun) yang saat itu masih memegang mata uang kertas tak ubahnya seperti anak-anak yang bermain dengan mata uang kertas mainan, yang tak laku untuk digunakan sebagai alat pembayaran atas barang atau jasa riil yang diinginkannya.

Dalam kondisi seperti itu, pemenuhan kebutuhan manusia hanya akan terjadi dengan cara jual beli yang paling adil; barter! Atau dengan menggunakan mata uang yang memiliki nilai intristik yang adil; emas dan perak.

Dalam kondisi yang benar-benar membuat setiap orang mengalami depresi berat dan stress yang memuncak, saat itulah masa-masa sulit yang terjadi karena suasana alam yang tidak bersahabat akan dimulai.

Peristiwa kemarau panjang dan kekeringan ekstrim selama tiga tahun yang berimbas pada langkanya bahan pangan akan terjadi pada detik-detik menjelang keluarnya Dajjal, yang berarti merupakan kondisi dimana Al-Mahdi baru muncul dan mendeklarasikan kedaulatannya.

7. Pembunuhan Dan Peperangan Demi Mempertahankan Hidup

Panjangnya masa kehancuran dan kerusakan ekonomi yang merata di setiap negeri, terjadinya instabilitas keamanan, tidak berfungsinya alat-alat negara (para polisi dan aparat) karena mereka sudah tidak lagi mendapatkan gaji dari pemerintah pusat, berhentinya mesin-mesin produksi dan pabrik-pabrik makanan dan minuman, tidak berfungsinya kantor-kantor pemerintahan dan pelayanan masyarakat, rusaknya teknologi tranportasi dan komunikasi dan beragam pemandangan mengerikan lainnya, akan melahirkan satu kengerian baru; berpacunya manusia untuk mempertahankan hidup dengan cara-cara kalap; membunuh dan merampas serta cara-cara brutal lainnya. Orang-orang yang kuat akan memangsa yang lemah dan hukum rimba akan mewarnai setiap kehidupan.

Rasulullah saw bersabda : “Sungguh, menjelang terjadinya Kiamat ada masa-masa harj.” Para sahabat bertanya : “Apakah harj itu ?” Beliau bersabda: “Pembunuhan.” Mereka bertanya : “Apakah lebih banyak jumlahnya dari orang yang kita bunuh? Sesungguhnya kita dalam satu tahun membunuh lebih dari tujuh puluh ribu orang?” Beliau bersabda: “Bukan pembunuhan orang-orang musyrik oleh kalian itu, tetapi pembunuhan dilakukan oleh sebagian kalian terhadap sesamanya. ” Mereka bertanya: “Apakah pada masa itu kami masih berakal?“Beliau bersabda: “Akal kebanyakan manusia zaman itu dicabut, kemudian mereka dipimpin oleh orang-orang yang tak berakal, ke­banyakan manusia menyangka para pemimpin itu mempunyai pegangan, padahal sama sekali tidak demikian.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]


Barangkali saat itulah masa yang dijanjikan Rasulullah saw akan terjadi. Para pemimpin mereka sudah tidak lagi memiliki akal. Perang antar kelompok, aksi saling bunuh dan rampas bukan lagi berdasar pada agama, bahkan akal sehat sekalipun. Apa yang mereka lakukan berangkat dari kondisi mengerikan yang menyebabkan mereka sudah tidak lagi mampu berfikir normal. Tindakan mereka benar-benar kalap, penuh nafsu, tidak rasional, dan akal manusia saat itu sudah benar-benar dicabut saking tidak sanggupnya melihat kondisi yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan.

Wallahu a’lam bish shawab.